Memahami "Unsur dan Struktur" didalam Drama

Memahami "Unsur dan Struktur" didalam Drama

Daftar isi


Tempat Belajarku - Pada dasarnya, karya drama bisa dinikmati sebagai karya seni pertunjukan apabila teks tersebut dipentaskan. Dalam suatu pentas drama, setiap pemeran harus mampu memerankan karakter tokoh masing-masing, baik dari cara berbicara (lafal, intonasi, nada) maupun tingkah laku (mimik atau gerak-gerik). Selain dibutuhkan bakat dan mental yang kuat, pemeran juga harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk selalu belajar dan berlatih berakting secara intensif.

Unsur dan Struktur Drama

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama memiliki beberapa pengertian. 

  1. Drama diartikan sebagai syair atau prosa yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
  2. Cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
Pengertian lainnya, drama adalah kisah kehidupan manusia yang dikemukakan di pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak, unsur-unsur pembantu, yaitu (dekorasi, kostum, rias, lampu, musik) serta disaksikan oleh penonton.

1. Unsur-unsur drama

    Drama merupakan salah satu karya sastra yang disajikan dalam bentuk dialog. Sebagai karya sastra, naskah drama dibangun oleh beragam unsur-unsur berikut.

a. Tema

    Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi didalam drama. Tema dalam drama menyangkut segala sesuatu persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan lain sebagainya.

Tema dalam drama mengarahkan beberapa bentuk sebagai berikut :

  • Tragedi : drama yang kisahnya penuh dengan kesedihan.
  • Komedi : drama penggelitik hati yang penuh dengan kelucuan.
  • Tragedikomedi : perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  • Opera : drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  • Melodrama : drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
  • Farce : drama yang menyerupai dagelan, tetapi sepenuhnya tidak mengandung kelucuan.
  • Tablo : jenis drama yang mengutamakan gerak. Para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  • Sendratari : gabungan antara seni drama dan seni tari.

b. Tokoh dan penokohan

    Tokoh dan penokohan atau perwatakan merupakan hal yang penting dalam drama karena tanpa perwatakan tidak akan ada cerita atau plot. Dalam naskah drama terdapat tooh protagonis, antagonis dan tritagonis.

  • Tokoh protagonis merupakan tokoh utama yang ingin mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam mencapai tujuan atau cita-cita.
  • Tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat melawan dari tujuan tokoh protagonis.
  • Tokoh tritagonis merupakan tokoh pihak ketiga yang berpihak pada kubu tertentu atau berada diluar keduanya.
Dialog dan perbuatan harus mampu mengungkapkan perwatakan, baik melalui tokoh lain maupun tokoh itu sendiri. Semuanya merupakan sebab dan akibat yang masuk akal.

c. Latar

    Kisah dalam naskah drama mempunyai latar,yaitu keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana didalam naskah drama.

  • Latar tempat merupakan penggambaran tempat kejadian didalam naskah drama, seperti sekolah, rumah, pasar, dan stasiun.
  • Latar waktu merupakan penggambaran waktu kejadian didalam naskah drama, seperti padi hari, siang hari, sore hari, tanggal 1 Juni 2020.
  • Latar suasana merupakan penggambaran suasana ataupun budaya yang melatarbelakangi terjadinya adegan atau peristiwa didalam drama. Misalnya dalam budaya Jawa, Melayu, Betawi, Sunda, dan Papua. Contoh suasana dalam drama seperti suasana kesedihan, menggembirakan, menegangkan, dan lain sebagainya.
d. Dialog

    Ciri khusus naskah karya sastra berupa drama yaitu adanya dialog pemeran. Dalam drama percakapan atau dialog harus memenuhi dua tuntutan.

1. Dialog haruslah dipergunakan untuk mencerminkan apa yang telah terjadi sebelum cerita itu berlangsung.

2. Dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari.

Tidak ada kata yang terbuang begitu saja, para tokoh harus berbicara jelas dan tepat sasaran. Dialog disampaikan secara wajar dan ilmiah.

e. Pesan dan amanat

    Pesan dan amanat merupakan ajaran moral yang disampaikan drama itu kepada pembaca atau penonton. Amanat tersimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi didalam drama.

2. Struktur naskah drama

    Struktur didalam drama yang berbentuk alur pada umumnya tersusun oleh bagian prolog, dialog dan epilog.

  • Prolog adalah kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang sebuah cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.
  • Dialog merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika (masalah) yang dihadapinya, dan cara manusia untuk dapat menyelesaikan masalah ataupun persoalan yang ada di kehidupannya.
    Didalam dialog tersaji urutan peristiwa yang dimulai dengan orientasi, komplikasi, sampai dengan resolusi.

1. Orientasi

    Orientasi adalah bagian awal cerita yang menggambarkan situasi yang sudah atau sedang terjadi.

2. Komplikasi

    Komplikasi berisi tentang konflik-konflik dan pengembangannya; gangguan-gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan yang dialami tokoh utamanya. Pada bagian inilah dapat diketahui watak tokoh utama yang menyangkut (tokoh protagonis dan antagonis).

3. Resolusi

Resolusi adalah bagian klimaks (turning point) dari drama, berupa babak akhir cerita yang menggambarkan penyelesaian atas konflik-konflik yang dialami para tokohnya. Resolusi harus berlangsung secara logis dan memiliki kaitan yang wajar dengan kejadian sebelumnya.

  • Epilog adalah kata-kata penutup dalam drama yang berisikan simpulan ataupun amanat tentang isi keseluruhan dialog. Bagian ini juga biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Post a Comment

Previous Post Next Post